Music Player

Minggu, 16 Maret 2014

Etnis Palembang

Suku Palembang, atau Orang Palembang, adalah salah satu masyarakat adat yang menempati kota Palembang provinsi Sumatra Selatan. Suku Palembang memenuhi lebih dari setengah penduduk kota Palembang.

Suku Palembang dalam kehidupan mereka terdiri dari 2 kelompok yang membedakan strata sosial mereka, yaitu:

  1. kelompok Wong Jeroo, adalah keturunan bangsawan/hartawan dan stausnya berada setingkat di bawah orang-orang Istana dari Kerajaan Palembang, pada masa lalu yang berpusat di Palembang, 
  2. kelompok Wong Jabo, adalah rakyat biasa.
Bahasa
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Palembang berbicara dengan menggunakan bahasa Melayu Palembang. Bahasa ini menggunakan dialek "o" pada akhir kata. Bahasa Melayu Palembang mirip dengan bahasa Melayu Riau dan bahasa Melayu Malaysia. Bahasa Palembang memiliki 2 dialek bahasa yaitu baso Palembang Alus (dipergunakan ketika sedang berbicara dengan pemuka masyarakat, orang-orang tua, orang yang dihormati, dan juga pada upacara adat) dan baso Palembang Sari-Sari (dipergunakan ketika sedang berbicara dengan teman, saudara, dan lain-lain). Baso Palembang Sari-Sari merupakan campuran dari baso Palembang dengan bahasa Indonesia.

Tempat Tinggal
Sebagian besar masyarakat Palembang bertempat tinggal di rumah yang dibangun di atas permukaan air. Ini dikarenakan pada zaman terdahulu, Palembang adalah wilayah yang sebagian besar terdiri dari sungai. Rumah adat suku Palembang disebut rumah Limas.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiePqihBp7D2ln3AbJr4zBToM9eVH3tibf2ybRlsy-4WUfcCGTmy_oEygnBm7CEbbm04AC6FaKN-6EGrO9lNBhVGGDLenPn-1SuTyzBVNzK8KW697_N5lFZ-I0JbfKMqHqgx0lZ-Y9hbGca/s320/CIMG1197.JPG
Figure 1.1 Rumah Limas

Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk Palembang sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang. Para pedagang biasa menjajakan dagangannya diatas perahu di sungai Musi, mereka biasanya menjajakan sayuran. Sungai Musi juga merupakan tempat dimana sebagian nelayan mencari ikan untuk dimakan atau dijual.

Makanan
Banyaknya jumlah ikan di laut menjadikan ikan sebagai komponen utama pada masakan khas Palembang. Hal ini juga yang menyebabkan masyarakat Palembang mengkreasikan olahan masakan untuk dimakan, oleh sebab itu orang Palembang sangat pintar dalam mengolah ikan. Makanan khas Palembang paling populer yang berbahan dasar ikan adalah pempek, lenggang, dan tekwan. Mayoritas masyarakat Palembang menyukai masakan yang memiliki rasa asam dan masakan yang diolah menjadi pindang, misalnya Pindang Ikan Patin. Sambal buatan orang Palembang juga berbeda dengan yang dibuat oleh orang dari etnis lain, mereka biasanya membuat sambal mangga atau sambal nanas untuk dijadikan sebagai pelengkap untuk makan.
Figure 1.2 Makanan khas Palembang yaitu pempek



Seni
Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti "lawang (pintu)", "gedang (pisang)", adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.
Kesenian yang terdapat di Palembang antara lain:

  • Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)
  • Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan
  • Lagu Daerah seperti Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut dan Ribang Kemambang
  • Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit
Selain itu Kota Palembang menyimpan salah satu jenis tekstil terbaik di dunia yaitu kain songket. Kain songket Palembang merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan di antara keluarga kain tenun tangan kain ini sering disebut sebagai Ratunya Kain. Hingga saat ini kain songket masih dibuat dengan cara ditenun secara manual dan menggunakan alat tenun tradisional. Sejak zaman dahulu kain songket telah digunakan sebagai pakaian adat kerajaan. Warna yang lazim digunakan kain songket adalah warna emas dan merah. Kedua warna ini melambangkan zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya dan pengaruh China di masa lampau. Material yang dipakai untuk menghasilkan warna emas ini adalah benang emas yang didatangkan langsung dari China, Jepang dan Thailand. Benang emas inilah yang membuat harga kain songket melambung tinggi dan menjadikannya sebagai salah satu tekstil terbaik di dunia.
Selain kain songket, saat ini masyarakat Palembang tengah giat mengembangkan jenis tekstil baru yang disebut batik Palembang. Berbeda dengan batik Jawa, batik Palembang nampak lebih ceria karena menggunakan warna - warna terang dan masih mempertahankan motif - motif tradisional setempat.
Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan dan Tahun Baru Masehi. (Firdaus)

Tempat Wisata
Di Palembang banyak terdapat tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman ketika liburan. Berikut adalah beberapa tempat wisata terkenal yang ada di Palembang :

1. Jembatan Ampera
Figure 1.3 Jembatan Ampera pada malam hari
Jembatan ampera adalah sebuah jembatan sepanjang 1.117 meter dan tinggi 63 meter yang terletak di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan yang menghubungkan seberang Ulu dan seberang Ilir yang terpisahkan oleh Sungai Musi. Pada awalnya, nama jembatan ini adalah Jembatan Bung Karno yang diberikan sebagai tanda penghargaan masyarakat Palembang kepada Presiden RI pada saat itu, Bung Karno. Namun nama jembatan ini resmi diganti pada tahun 1966 menjadi Jembatan Ampera (singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat).

Dari atas Jembatan Ampera, kita bisa melihat perahu-perahu kecil yang berlalu-lalang di sekitar Sungai Musi, lampu-lampu dari sekitar jembatan dan sungai yang indah pada malam hari, disekitar sungai juga terdapat rumah-rumah penduduk yang terletak diatas air. Akan lebih seru jika Anda berkunjung kesini pada malam hari sambil menikmati makan malam di tempat makan yang banyak tersedia di pinggir sungai Musi.

2. Benteng Kuto Besak

Figure 1.4 Tampak depan Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak adalah sebuah bangunan keraton yang menjadi pusat Kesultanan Palembang pada abad XVIII yang terletak di depan Sungai Musi. Pembangunan bangunan ini memakan waktu selama 17 tahun dan resmi ditempati pada Senin pada tanggal 21 Februari 1797.

Saat ini, bangunan ini ditempati oleh Kodam Sriwijaya.

3. Pulau Kemaro

Figure 1.5 Pagoda yang terdapat di Pulau Kemaro

Pulau Kemaro adalah sebuah pulau yang terletak di daerah industri yakni di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya, Pertamina Plaju, dan Sungai Gerong. Di pulau ini terdapat beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi, diantaranya adalah Pagoda berlantai 9, Klenteng Hok Tjik Rio, kuil Buddha, Makam Putri Siti Fatimah, dan Makam Pangeran Tan Bun An. Pulau Kemaro ini juga disebut sebagai Pulau Jodoh.

4. Masjid Cheng Hoo

Figure 1.6 Masjid Cheng Ho
Masjid Cheng Ho (nama aslinya adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang) adalah sebuah mesjid yang terletak di  Jakabaring, Palembang. Masjid ini adalah masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang didirikan atas prakarsa tokoh masyarakat Tionghoa di Palembang, dan para sesepuh,  penasehat, serta pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel.

Masjid ini mampu menampung 600 jamaah. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 5000 meter persegi. Masjid ini tidak memiliki pembatas antara laki-laki dengan perempuan, laki-laki beribadah di lantai 1 dan perempuan beribadah di lantai 2. Masjid ini memiliki sebuah rumah kecil untuk imam, sebuah perpustakaan, sebuah kantor, dan satu ruang serbaguna.


Agama
Agama mayoritas di Palembang adalah Islam. Selain itu terdapat pula penganut Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu.


Kesimpulan
Setiap daerah tentu memiliki budaya, tradisi, dan ciri khas lain yang menjadikan daerah tersebut berbeda dengan daerah lain, begitu juga dengan Palembang. Palembang memiliki beberapa ciri khas dari berbagai segi, seperti makanan, rumah adat, dan seni. Daya tarik lain yang menarik perhatian masyarakat dalam maupun luar negeri adalah tempat wisata-nya, yang bukan sekedar tempat berwisata namun juga memiliki nilai sejarah dan agama.

Refleksi
Saya memiliki darah Palembang dalam diri saya. Ayah saya lahir dan besar di Palembang, bertempat tinggal tidak jauh dari Jembatan Ampera. Dari tulisan saya diatas, ada beberapa yang sudah pernah saya alami diantaranya :
1. Saya pernah berwisata ke Jembatan Ampera. Pada waktu itu, saya berkunjung di malam hari, pemandangan sekitar sangat indah. Lampu-lampu kota dengan berbagai macam warna menghiasi sekitar jembatan Ampera dan Sungai Musi. Disekitar sungai Musi juga banyak pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman. Kita juga bisa menikmati semilir angin malam Palembang dengan berkeliling di sekitar sungai Musi menggunakan kapal getek, saat itu harga sewanya sekitar 20.000/30 menit. Di dekat Sungai Musi terdapat satu restoran bernama restoran Pak Raden, restoran ini menyediakan makanan khas Palembang dan menyuguhi pemandangan langsung menghadap suasana kota Palembang.
2. Seperti yang sudah dibahas diatas, rumah limas merupakan rumah sebagian besar masyarakat Palembang. Begitu juga keluarga saya yang tinggal disana, sebagian besar sanak saudara saya bertempat tinggal di rumah limas, tapi bukan dibangun di atas air.  Ketika saya memasuki rumah jenis rumah limas ini, temperatur sekitar terasa dingin (tidak sesak) karena rumah ini terbuat dari kayu.
3. Jika di tempat-tempat lain teknik mengonsumsi pempek adalah mencampurkan kuah cuka dengan pempek, berbeda dengan teknik sebenarnya. Mungkin banyak dari Anda yang tidak mengetahui bahwa teknik mengonsumsi pempek yang "benar" adalah tidak mencampurkan kuah cuka dengan pempek. Berikut adalah cara mengonsumsi pempek:
      1.Sebelum Anda mengonsumsi pempek, tuanglah kuah cuka kedalam sebuah mangkuk berukuran kecil 
          (seukuran cangkir kopi)
      2. Ambil sepotong pempek dan gigitlah
      3. (sebelum pempek ditelan) minumlah secukupnya kuah cuka yang sudah dituangkan kedalam mangkuk
      4. Lakukan seterusnya hingga pempek habis.

Teknik diatas dilakukan oleh sebagian masyarakat asli Palembang dengan alasan menjaga kesegaran kuah cuka pempek.

Daftar Pustaka

Sumber Utama :
1. Karno, Y. (2013, Mei 05). Suku asli palembang "wong kito". Retrieved from http://yantiwidyakarno.blogspot.com/2013/05/suku-asli-palembang-wong-kito.html (diambil dan disarikan dari yantiwidyakarno.blogspot.com pada tanggal 16 Maret 2014)

Sumber Lain :
1. Firdaus, K. A. (n.d.). Kebudayaaan palembang. Retrieved from http://kahfiehudson.blogspot.com/2011/06/pengertian-budaya.html (diambil dan disarikan dari kahfiehudson.blogspot.com pada tanggal 16 Maret 2014)
2. Suku palembang. (n.d.). Retrieved from http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/978/suku-palembang (diambil dan disarikan dari kebudayaanindonesia.net pada tanggal 16 Maret 2014)
3. Suku palembang. (n.d.). Retrieved from http://protomalayans.blogspot.com/2012/07/suku-palembang.html (diambil dan disarikan dari protomalayans.blogspot.com pada tanggal 16 Maret 2014)
4. Jembatan ampera. (n.d.). Retrieved from http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera (diambil dan disarikan dari id.wikipedia.org pada tanggal 2 April 2014)
5. Benteng kuto besak. (n.d.). Retrieved from http://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_Kuto_Besak (diambil dan disarikan dari id.wikipedia.org pada tanggal 2 April 2014)
6. Pulau kemaro. (n.d.). Retrieved from http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Kemaro (diambil dan disarikan dari id.wikipedia.org pada tanggal 2 April 2014)
7. Masjid cheng ho. (n.d.). Retrieved from http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Cheng_Ho_Palembang (diambil dan disarikan dari id.wikipedia.org pada tanggal 2 April 2014)


Sumber Gambar : 
1.http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/01/25/3541005_20130125085259.jpg (diunduh dari kaskus.co.id pada tanggal 2 April 2014)
2.http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/benteng%20kuto%20besak.jpg (diunduh dari www.indonesia.travel pada tanggal 2 April 2014)
3.http://baksokagetbks.files.wordpress.com/2011/03/img0062a.jpg (diunduh dari wordpress.com pada tanggal 2 April 2014) 
4.http://bimg.antaranews.com/sumsel/2012/07/ori/masjid_cengho-feny.jpg (diunduh dari antaranews.com pada tanggal 2 April 2014)

 

Minggu, 09 Maret 2014

KETAJAMAN MATA WANITA DAN PRIA (Man & Woman part.2)

Wanita memiliki dua kromosom X yang memberi mereka berbagai jenis kerucut yang lebih banyak daripada yang dimiliki pria. perbedaan ini terlihat bagaimana wanita menjelaskan warna dengan lebih rinci, seperti biru tua kehijauan, ungu kebiruan, hijau buah apel. Sedangkan pria hanya akan menggambarkan dasar warna, seperti merah, biru, dan hijau.
Mata manusia memiliki bagian putih yang nampak jelas dan tidak dimiliki hewan menyusui lainnya. Bagian putih tersebut memungkinkan pergerakan mata dan mengarahkan pandangan yang sangat penting bagi manusia dalam berkomunikasi tatap muka. Mata seorang wanita memperlihatkan lebih banyak bagian putih daripada mata seorang pria karena komunikasi jarak dekat merupakan bagian penting dari ikatan wanita, lagipula lebih banyak bagian putih memungkinkan lebih banyak juga tanda-tanda yang dpat dikirimkan dan diterima dari arah pergerakan mata.
Jenis komunikasi mata ini tidak penting bagi jenis hewan sehingga mereka hanya memiliki bagian putih sedikit atau tidak sama sekali. Hewan lebih menggunakan bahasa tubuh sebagai alat komunikasi utama mereka.
Wanita tidak hanya memiliki lebih banyak jenis kerucut dalam retinanya, tetapi mereka juga memiliki pandangan ke sekeliling yang lebih lebar daripada pria. Sebagai penjaga tempat tinggal, seorang wanita memiliki perangkat lunak di otak yang memungkinkan dirinya menerima gambar lengkungan setidaknya 45 derajat sebagai gambar yang jelas bagi setiap sisi dan kepalanya serta di bawah hidungnya. Jangkauan pandangan mata wanita lebih dari 180 derajat. Mata seorang pria lebih besar daripada wanita dan otak pria menyusunnya seperti bentuk terowongan penglihatan yang artinya pria dapat melihat dengan jelas, tepat dan lebih jauh pada benda-benda yang tepat berada di depannya, jadi hampir seperti binokular. Sebagai seorang pemburu, pria memerlukan penglihatan yasng memungkinkan dirinya membidik dan mengejar sasaran di kejauhan. Ia bahkan menutup satu matanya sehingga tidak terganggu pemusatan perhatiannya. Sedangkan wanita memerlukan penglihatan melebar agar dapat memantau binatang buas yang menyelinap kedalam sarangnya. karena itulah pria modern dapat menemukan kedai minum yang jauh tanpa kesulitan namun tidak dapat menemukan barang di lemari es, lemari dan laci.

"Wanita memliki jangkauan penglihatan lebih lebar, sedangkan pria memiliki penglihatan seperti terowongan."

PRIA SEHARUSNYA MENGEMUDI PADA MALAM HARI

Mata seorang wanita mampu melihat dengan lebih baik di dalam gelap dibandingkan dengan pria, terutama pada ujung merah spektrum. Namun mata seorang pria lebih memungkinkan melihat jarak jauh pada area yang sempit, sehingga memberikan penglihatan yang lebih baik pada malam hari, karena itu pria dapat mengemudi lebih aman pada malam hari daripada wanita. Digabungkan dengan kemampuan ruang yang ada di otak kanannya, seorang pria dapat membagi perhatian dan melihat gerakan kendaraan lain di jalan, baik di depannya maupun di belakangnya. 

Wanita dapat meilhat lebih rinci dalam keadaan gelap, tetapi hanya dalam jarak pendek dan di area yang lebih lebar.

Sumber: 
Buku : Why Men Don't Listen And Women Can't Read Maps 
Penulis : Allan + Barbara Pease
Halaman : 34 - 43
ISBN : 979-1238-13-8
Penerbit : UFUK PRESS

Rabu, 05 Maret 2014

WANITA SEBAGAI RADAR PENDETEKSI (Man & Woman part.1)

Seorang wanita dapat mengetahui dengan jelas saat wanita lainnya marah atau terluka hatinya. Sementara pria, biasanya harus melihat fakta fisik seperti airmata, luapan kemarahan atau ditampar wajahnya sebelum tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Ini dikarenakan wanita dilengkapi dengan keterampilan penginderaan yang lebih peka daripada pria. Sebagai seseorang yang mengandung bayi dan pelindung tempat tinggal, mereka harus memiliki kemampuan untuk merasaka perubahan perasaan dan perilaku yang paling lembut sekalipun dari orang lain. Wanita memiliki "intuisi wanita" yang merupakan kemampuan halus mereka untuk melihat rinci kecil dan perubahan dari penampilan ataupun perilaku orang lain. Naluri itu, sepanjang sejarah, membuat ketakutan pria yang senang bermain api - dan biasanya tertangkap basah.

Sebagai pelindung tempat tinggal, wanita harus mampu mengamankan keluarga mereka, sehingga dia harus mampu melihat perubahan sekecil apapun dalam perilaku anak-anak mereka yang mungkin saja merupakan tanda2 sakit, lapar, terluka, agresi atau perasaan tertekan. Pria, sebagai pencari makan, tidak pernah berada di sekitar gua untuk belajar membaca tanda-tanda tak terucapkan itu atau komunikasi antara orang per orang. Seorang ahli neuropsikologi, yaitu Profesor Ruben Gur dari Universitas Pennsylvania, menggunakan scan otak untuk memperlihatkan bahwa otak pria jika dalam keadaan beristirahat, 70% dari kegiatan elektriknya berhenti. Sementara scan otak wanita tetap memperlihatkan kegiatan 90% dalam keadaan yang sama. Hal itu memastikan bahwa wanita terus-menerus menerima informasi dari sekitarnya. Seorang wanita mengenal teman-teman anaknya, harapan-harapan, mimpi, percintaan, rahasia, ketakutan, apa yang mereka pikirkan bahkan kenakalan apa yang mereka rencanakan.

Sumber : (Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps by Allan + Barbara Pease)

Senin, 03 Maret 2014

Filsafat



Penelitian hari ini :
Manakah dari empat perspektif sosiologis tampaknya paling berguna bagi Anda dalam menganalisa krisis minyak Gulf Coast ? Mengapa ?
Krisis ekonomi yang dimulai pada tahun 2008 memiliki konsekuensi pribadi bencana bagi banyak orang. Gunakan empat perspektif sosiologis untuk menganalisis apa yang terjadi pada Anda, keluarga Anda , dan komunitas Anda .
Memeriksa 2 Bidang Sosiologi :
Sosiologi Terapan : Penggunaan sosiologi dengan maksud menghasilkan aplikasi praktis untuk perilaku manusia dan organisasi
Sosiologi Klinis : Memfasilitasi perubahan dengan mengubah hubungan sosial atau restrukturisasi lembaga-lembaga social
Dasar sosiologi : Berusaha pengetahuan yang mendalam tentang aspek-aspek fundamental dari fenomena social
Mengembangkan Imajinasi Sosiologis ?
Yang penting dari Ketimpangan Sosial
Ketimpangan Sosial: Kondisi di mana anggota masyarakat memiliki perbedaan jumlah kekayaan, prestise, atau kekuasaan?
Berbicara Di Race,? Gender, dan Batas Agama
Kebijakan sosial di seluruh Dunia
Sosiologi Dalam Komunitas Global

·        Secangkir kopi di pagi hari
Mungkin tampak bingung dengan pernyataan di atas, apa hubungannya dengan sosiologi. Tapi tahukah anda jika anda berada di sebuah warung kopi sebut saja seperti itu dan anda rela membayarkan lebih secangkir kopi tersebut karena anda akan tahu kelebihan yang andadapatkan dari kopi yang anda beli sangat bermanfaat pastinya anda akan bersdia membelinya bukan?

Namun jika dilihat perdagangan kopi seperti itu sempat disalahkan karena untuk mengabadikan kesenjangan sosial, peperangan, dan pemanasan global. Maka dari itu dapatkah Anda memikirkan efek positifdari perdagangan kopi tersebut?



·        Karir dalam dunia sosiologi
-          Jumlah siswa yang lulus dengan gelar di bidang sosiologi terus meningkat.
Memberikan latar belakang seni liberal yang kuat untuk masuk–posisitingkat,
yaitu:
-          Bisnis
-          Jasa kemasyarakatan
-          Yayasan
-          OrganisasiMasyarakat
-          PelaksanaanHukum
-          Pemerintah


·         Derajat sosiologi di U.S berdasarkan jenis kelamin


table1-003

Berdasarkan grafik diatas dapat kita perhatikan serta simpulkan bahwa dari tahun 1986 – 2008 peningkatan pada wanita lebih terlihat sangat signifikan peningkatannya jika kita bandingkan pada prie dan pantas saja jika 70% dari semua jurusan soiologi lebih diminati oleh wanita.


·        Kelulusan pekerjaan dalam bidang sosiologi
-          Lainnya, termasukpublic relations  11,1 %
( Pekerjaan yang lain- lain namun yang masih ada hubungannya dengan sosiologi )

-          Penelitian 5,7 %
( Meneliti di bidang sosiologi atau yang adakaitannya dengansosiologi )

-          Pendidikan 8,1 %
( Contohmenjadi guru sosiologi, atau yang ada kaitannya dengan pendidikan dalam sosiologi )

-          Layanan 8,3 %
( Lebih melayani dalam bidang masyarakat )

-          Penjualan, pemasaran 10,1 %
( Pekerjaan dalam bidang sosiologi di suatu perusahan yang menjual atau memasarkan sesuatu )

-          Pengelolaan 14,4 %
( Manajemen suatu perusahan)

-          Administrasi,dukunganadministrasi 15,8 %
( Administrasi dalam dunia sosiologi )

-          Pelayanansosial 26,5 %
( Lebih umum dalam hal melayani masyarakat tentunya bidangsosial, sebut saja LSM (Lembaga Sosial Masyarakat )


Jika ditarik kesimpulan memang lebih banyak peminat dalam dunia sosiologi tentu saja dalam hal pelayanan masyarakat seperti LSM atau lembaga lainnya yaitu 26,5 % karena memang pada pekerjaan inilah bidang sosiologi sangat pas Karena terjunlangsung ke masyarakat. Namun  yang mungkin kurangdiminati ialah penelitian dalam bidang sosiologi karenahanya 5,7 % persentasenya yang diperoleh.
Apa itu Antropologi?
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari spesies manusia dan para leluhurnya, mempelajari budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
-          Antropologi bersifat holistik (menyeluruh dan saling berkaitan) dengan mempelajari seluruh kondisi manusia: masa lalu, sekarang, dan masa depan. Antropologi mempelajari biologi, masyarakat, bahasa, dan budaya.
-          Antropologi memberikan perspektif lintas-budaya yang unik dengan terus-menerus membandingkan kebiasaan masyarakat satu dengan yang lainnya.
People share both society and culture.
-          Masyarakat hidup dalam kelompok-kelompok, sebuah ciri dimana manusia berbagi dengan makhluk lain.
-          Budaya adalah tradisi dan adat istiadat, yang ditularkan melalui pembelajaran yang mengatur keyakinan dan perilaku manusia. Misalnya: Dalam budaya salah satu suku di Alaska dimana masyarakatnya tidak boleh menunjukkan ekspresi marah, maka generasi penerusnya pun akan berperilaku seperti para leluhur/generasi sebelumnya. Mereka tidak akan menunjukkan ekspresi marah seperti apa yang telah diajarkan kepada mereka. Dan kemungkinan besar, meskipun mereka tidak berada dalam kelompoknya, budaya itu akan tetap diterapkan oleh mereka sekalipun lama-kelamaan akan terkikis oleh budaya baru.


Adaptation, Variation, and Change
Adaptasi adalah proses dimana organism mengatasi tekanan lingkungan.
-          Adaptasi manusia melibatkan interaksi antara budaya dan biologi untuk memenuhi/mencapai tujuan manusia.
-          4 tipe adaptasi manusia :
a.      Cultural adaptation (adaptasi budaya)
b.      Genetic adaptation (adaptasi genetik)
c.       Long-term physiological or developmental adaptation (adaptasi perkembangan atau fisiologis jangka panjang)
d.      Immediate physiological adaptation (adaptasi fisiologis langsung)
Manusia adalah makhluk yang paling mudah beradaptasi di dunia, memiliki kemampuan untuk menempati ruang ekologis yang varian secara luas.
-          Manusia, seperti makhluk lainnya, beradaptasi menggunakan cara biologis untuk beradaptasi dengan lingkungan tertentu.
-          Manusia itu unik dalam memiliki cara dari budayanya untuk beradaptasi.

Seiring berjalannya waktu, cara social dan budaya dalam beradaptasi menjadi sangat penting bagi kelompok manusia.
Kelompok manusia telah menemukan cara untuk berbagi dengan lingkungan yang beragam.
Tingkat adaptasi budaya ini telah mengalami percepatan selama 10,000 tahun terakhir.
-          Produksi makanan dikembangkan antara 12,000 dan 10,000 tahun lalu setelah jutaan tahun berburu dan gathering adalah satu-satunya dasar subsisten manusia.
-          Peradaban pertama kali dikembangkan antara 6,000 dan 5,000 tahun yang lalu.
-          Baru-baru ini, penyebaran produksi industry telah sangat mempengaruhi kehidupan manusia.
-         
disiplin akademis antropologi Amerika adalah unik karena mencakup empat subdisiplin:antropologi arkeologi,antropologi biologi atau gisik,antropologi budaya,antropologi linguistik.
-           
-          Pedekatqn ini di gunakan oleh antropolog awal amerika yang tertarik untuk memeksplorasi asal ulus dan keanekaragaman kelompok dari amerika utara asli
-           
-           
-          Slide 2
-          antropologi Amerika muncul dari kepedulian terhadap sejarah dan budaya dari america utara
-          Ely s parker
-          Beliau merupakan seneca indian yang membuat kontribusi penting untuk antropologi dasar

Kekuatan Budaya dan Biologis Manusia
Tradisi budaya mendorong kegiatan dan kemampuan tertentu, mencegah orang lain, dan menetapkan standar kesejahteraan fisik dan daya tarik.
      Partisipasi dan prestasi dalam olahraga ditentukan oleh faktor budaya, bukan yang rasial.
      Dalam budaya Brasil, perempuan harus lembut, dengan pinggul dan bokong besar, bahu tidak besar, karena perenang kompetitif cenderung memiliki besar, kuat, bahu dan badan-badan perusahaan, berenang kompetitif sangat tidak populer di kalangan wanita Brasil.
      Di AS, tidak ada banyak perenang Afrika-Amerika atau pemain hoki, bukan karena beberapa alasan biologis, tetapi karena orang-orang olahraga tidak sebagai budaya signifikan seperti sepak bola, basket, bisbol, dan track.
Tes Intelejensi
Tidak ada bukti konklusif untuk berbasis biologis yang kontras dalam kecerdasan antara kaya dan miskin, hitam dan putih, atau pria dan wanita.
      Indikator terbaik dari bagaimana setiap individu akan tampil pada tes kecerdasan yang lingkungan, seperti pendidikan, ekonomi, dan latar belakang sosial.
      Semua tes standar budaya-terikat dan bias karena mereka mencerminkan pelatihan dan pengalaman hidup mereka yang mengembangkan dan mengurus mereka. 

Daftar Pustaka :
1.  Learning online Binus Universitas, Ilmu Sosial Untuk Psikologi, Human Realities in the light of Sociology, Anthropology, Philosophical Anthropology, and Psychology